Desain Dapur Sederhana yang Sehat

, , Comment closed

Sebuah desain dapur yang baik harusnya memiliki beberapa unsur berikut. Yaitu ventilasi yang cukup, pencahayaan yang baik, mudah dibersihkan, penyaluran air yang bersih, tidak ada binatang keluar masuk serta tempat mengolah dan menyimpan makanan yang baik.

Orang akan banyak menghabiskan waktu di dapur, karena makanan dibuat dan disediakan di dapur. Sehingga penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan menyenangkan. Dapur juga termasuk tempat untuk mencuci.

Dapur yang sehat adalah dapur yang gelap, berasap, susah dibersihkan, ada air tergenang dalam kubangan di sekitar dapur dan binatang hilir mudik di dalam dapur. Hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius untuk keluarga dan dapat menyebabkan penyakit. Wanita sebaiknya juga dilibatkan dalam proses mendesain dapur karena mereka mengerti dan lebih banyak menggunakan dapur.

Dalam artikel ini juga akan membahas desain dapur sederhana. Agar dapat menciptakan dapur yang baik, ada baiknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Ventilasi Dapur yang Baik

Ventilasi sangatlah mutlak diperlukan untuk mengurangi masalah asap di dapur. Asap di dapur adalah salah satu sumber utama penyakit Tuberculosis (TBC) dan juga masalah-masalah kesehatan lainnya. Penggunaan plastik untuk menyulut api juga berbahaya. Karena plastik yang dibakar akan menyebarkan at dioksin yang berbahaya, terlebih lagi jika ventilasi yang buruk.

Ventilasi Dapur yang Baik

Ventilasi yang terletak di bagian bawah dan bagian atas dinding akan memungkinkan udara untuk bergerak. Ventilasi udara adalah lubang kecil sekitar 30 cm x 15 cm yang ditutup dengan kawat ram untuk menahan hewan atau serangga masuk.

Selain dengan sengaja membuat ventilasi, penerapan jendela juga bisa dijadikan fungsi tambahan untuk ventilasi. Lubang di antara dinding dan plafon rumah juga dapat mengalirkan udara. Lapisi lubang tersebut dengan kawat ram lembut agar nyamuk tidak dapat masuk ruangan.

Pemasangan cerobong dapat juga digunakan agar membuat gas-gas sisa pembakaran dapat segera keluar dari ruangan dapur.

Desain Dapur dengan Pencahayaan yang Baik

Dapur yang gelap bukanlah desain dapur yang baik, karena akan membuat persiapan penyajian makanan menjadi sulit dan menimbulkan gangguan mata. Jendela dan pemasangan bagian atap transparan dapat digunakan untuk membiarkan cahaya lebih banyak masuk ruangan dapur. Ventilasi udara juga akan membantu suplai cahaya.

Pemilihan warna dinding dapur sebaiknya juga bukan yang berwarna gelap. Dengan warna-warna yang terang, dinding akan dengan mudah memantulkan cahaya. Sehingga orang yang beraktifitas di dapur lebih mudah beraktifitas dengan bantuan pantulan cahaya dari dinding.

Tempat Persiapan dan Penyimpanan Makanan

Tempat menyiapkan makanan akan sangat baik jika diletakkan jauh dari lantai. Kira-kira dengan ketinggian setara pinggang orang dewasa.

Tempat Persiapan dan Penyimpanan Makanan

Hal itu sebaiknya diterapkan agar dapat menjaga binatang tetap jauh dari makanan. Dengan tempat yang agak tinggi itu juga memudahkan kita untuk membersihkannya. Apabila persiapan makanan di lantai tentunya akan membuat badan pegal dan juga sakit pinggang. Ini akan menghambat kita dalam proses menyiapkan makanan.

Simpan makanan di dalam wadah, kantong atau kaleng di mana serangga dan binatang tidak dapat masuk untuk meraihnya. Seperti lemari penyimpan makanan, gentong, bekas kaleng biskuit, kotak plastik rapat dan lain-lain. Dengan makanan yang tidak dapat dijangkau oleh binatang dan serangga, makanan akan lebih sehat.

Desain Lantai Dapur

Mudah dibersihkan adalah fokus utama dalam membuat lantai dapur. Akan lebih mudah untuk dibersihkan apabila lantai tersebut memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari permukaan di sekitarnya. Lantai yang baik dapat dibuat dengan material batu bata atau semen. Dengan permukaan keramik juga akan jauh lebih mudah untuk dibersihkan.

Desain Dapur – Binatang Dilarang Masuk

Desain dapur yang sehat salah satunya dengan tidak adanya binatang lalulalang. Tidak ada binatang apapun yang boleh memasuki area dapur. Ayam, anjing, kucing dan babi semua itu dapat membawa bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.

Peluang penyakit akan lebih besar jika binatang sering berada di kawasan dapur. Sebagai contoh adalah ayam, ia sering membuang kotoran di mana saja. Kotoran ini membawa bakteri sumber penyakit. Selain itu juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Masukkan semua sisa makanan ke dalam ember atau kaleng. Kemudian berikan makanan tersebut kepada binatang dengan lokasi yang jauh dari dapur.

Banyak dapur mempunyai pintu yang tidak membiarkan binatang masuk dapur. Sebuah pintu dapat berupa bingkai kayu yang sederhana saja dengan lapisan kawat ram. Biayanya lebih murah akan tetapi berguna karena akan meningkatkan kesehatan manusia.

Walaupun pintu rendah dapat mencegah anjing, kucing, ayam dan babi masuk sudah cukup baik, namun alangkah lebih baik apabila membuat pintu yang utuh. Dengan pintu yang utuh akan dapat mencegah nyamuk dan tikus untuk masuk.

Desain Sanitasi untuk Dapur

Dalam membuat desain dapur, kebersihan adalah hal yang sangat penting. Dapur dan tempat cuci adalah tempat di mana banyak sumber penyakit terkumpul dan menyebar. Jika dapur sehat dan mudah untuk dibersihkan maka banyak penyakit yang dapat dicegah. Namun bukan berarti harus membersihkan dapur sesering mungkin. Dengan desin dapur yang baik akan membantu sanitasi jauh lebih mudah untuk dirawat.

Cuka dan jus jeruk, dua cairan tersebut baik sebagai pembersih alami. Tambahkan sedikit ke air yang akan digunakan untuk membersihkan lantai dan tempat menyiapkan makanan. Ini akan membantu membunuh bakteri sumber penyakit. Eco enzim juga termasuk bahan alami yang baik untuk membersihkan dapur. Anda bahkan bisa membuatnya sendiri di rumah.

Desain Tempat Mencuci

Akan lebih sehat dan lebih mudah untuk mempunyai tempat mencuci yang dibuat lebih tinggi. Jongkok dalam waktu lama sangatlah berat untuk tubuh dan sangatlah buruk untuk kesehatan. Sangat baik jika membuat sebuah meja untuk perabotan dapur yang dikeringkan di udara, misalnya membuat rak bambu. Lap untuk piring harus sering dibersihkan karena akan sangat mudah kotor dan menyebarkan bakteri dari piring ke piring. Penting untuk mengolah dan menggunakan kembali air yang sudah digunakan. Hal ini akanmemberikan lebih banyak keuntungan.

Ide-ide berikut dapat juga digunakan untuk air cucian dan air kamar mandi. Jika mungkin gabungkanlah keduanya untuk menghemat kerja.

Desain Tempat Mencuci

Sisa air cucian dapat dialirkan ke dalam kolam setelah air yang mengandung busa sabun dijernihkan terlebih dahulu. Air sisa mencuci  yang bukan berasal dari tubuh manusia bisa disebut dengan greywater. Proses penjernihan air jenis ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman air.Tanaman-tanaman air ini akan menyerap zat kimia dan zat hara dari sabun dan deterjen. Kemudian menyimpannya ke dalam batang dan daun-daun mereka.

Pengolahan Greywater

Untuk membersihkan air dengan baik dibutuhkan kolam berukuran 3m x 3m. Atau untuk perhitungan dasarnya dibutuhkan 1 m2 per orang. Kolam tersebut diisi pasir lalu tambahkan batu-batu kerikil. Tanamlah tanaman pasir ke dalam pasir dan potonglah secara teratur agar tetap indah. Sisa potongannya dapat digunakan sebagai mulsa alami untuk tanaman di kebun.

Saluran air untuk kelebihan airmengalir harus dibuat. Terutama untuk musim hujan. Kelebihan air sebisa mungkin mudah mengalir menuju parit yang dialirkan ke pohon pisang atau di antara bedeng sayuran.

Parit dapat dibuat dengan menggali tanah kira-kira kedalaman 40 hingga 50 cm. Dengan panjang sekitar 5 hingga 10 m dan lebar 50 cm. Kemudian separuhnya diisi dengan pasir lalu ditambahkan batu batu kecil. Di sekitar parit juga bagus ditanami pohon pisang atau pepaya.

Pengolahan Greywater

Di tanah yang miring, air dapat mengalir dengan baik melalui pipa ataupun parit. Unruk daerah di mana air langka, metode ini baik untuk diterapkan.