Rumah Klasik, Kuno Berpadu Modern yang Apik

, , Comment closed

Rumah klasik selalu identik dengan arsitektur yang megah dan mewah. Arsitektur rumah klasik memiliki detail yang rumit di setiap bagiannya. Mulai dari pintu, jendela, tiang bahkan bagian atapnya.

Jika Anda pernah bepergian ke bebrapa negara di benua Eropa, Anda pasti setuju jika salah satudaya tarik wisata di sana adalah arsitektur bangunannya yang bergaya klasik. Bangunan yang menggunakan desain klasik memang memberikan kesan yang berbeda, yaitu memberikan kesan yang berbeda dengan desain bangunan pada umumnya.

Di tengah maraknya desain arsitektur gaya minimalis modern, namun siapa sangka ternyata masih banyak juga penggemar rumah dengan gaya klasik. Apalagi bagi sebagian orang yang menganggap bahwa rumah tinggal itu tidak hanya harus nyaman dan layak ditempati saja, akan tetapi juga harus mencerminkan identitas pemiliknya.

Jika kita melihat kembali sejarah model rumah klasik, tentunya arsitektur rumah klasik ini berasal dari Roma Kuno dan Yunani. Seiring berkembangnya dunia arsitektur, setiap negara memiliki gaya sendiri untuk improvisasi desain rumah klasik yang biasanya disesuaikan dengan identitas negara tersebut.

Sejarah Arsitektur Rumah Klasik

Jaman klasik Yunani kuno pada periode Helenistik dan Romawi menjadi acuan dari teknik mendesain gaya bangunan arsitektur klasik. Arsitek bangsa Romawi tenama Marcus Vitruvius yang berjaya pada abad pertama sebelum masehi yakin bahwa para pembangun harus menggunakan prinsip matematika ketika membangun kuil. Dalam tulisannya ia mengenalkan classical order yang menjelaskan tentang gaya kolom-kolom dan desain simetris dalam arsitektur klasik.

Sejarah Arsitektur Rumah Klasik

Ketika mendengar tentang arsitektur klasik, umumnya orang akan berfikir tentang suatu bangunan yang terbuat dari kayu, batu dan lain-lain. Memang, dalam beberapa konteks hal itu memang benar. Namun arsitektur klasik juga banyak memiliki nafas modern dan desain gedung yang rumit. Arsitek klasik memberikan kesan yang mewahdan anggun.

Pemakaian pilar-pilar, ornamen dan profil-profil yang muncul pada saat kerajaan Romawi atau Yunani kuno menjadi ciri khas dari desain arsitektur ini. Bangunan dengan gaya klasik memiliki ukuran yang melebihi kebutuhan fungsi, memiliki komposisi bangunan yang simetris dan tata letak jendela yang teratur.

Terdapat tiga tujuan dari dibangunnya bangunan dengan arsitektur klasik. Yaitu sebagai rumah tinggal, sebagai wadah penyembahan Tuhan atau rumah peribadatan dan sebagai tempat berkumpul seperti balai kota. Alasan yang ketiga inilah bangunan dengan gaya klasik dibuat sedetail mungkin dan seindah mungkin dengan memberi ornamen-ornamen hiasan yang rumit.

Bangunan Klasik Yunani Kuno

Arsitektur Yunani kuno terkenal dengan kuil-kuilnya. Banyak diantaranya yangditemukan di seluruh wilayah tersebut. Kebanyakan berupa reruntuhan tetapi juga banyak yang pada dasarnya masih utuh.

Jenis bangunan penting berikutnya yang bertahan selama dunia Helenik adalah teater ruang terbuka. Dengan tarikh tetua sekitar tahun 350 sebelum masehi. Bentuk-bentuk arsitektural lainnya yang dapat menjadi bukti yaitu gerbang prosesional (propylaea), alun-alun publik (agora) yang dikelilingi oleh deretan pilar bertingkat (stoa), gedung dewan kota (bouleuterion), monumen publik, makam monumental dan stadium.

Kuil Parthenon

Kuil Parthenon

Kuil ini dibangun untuk dewi Athena yang didirikan di puuncak bukit tertinggi di kota Athena, tepatnya di Akropolis (Kota Tinggi). Setelah berakhirnya zaman kegelapan (Dark Ages),kota Athena tak lagi dipimpin oleh raja. Sistem oligarki mereka terapkan sebagai gantinya. Sehingga, Akropolis tidak lagi menjadi tempat kediaman raja, melainkan menjadi tempat suci bagi dewi Athena dan orang Athena membangun kuil untuk sang dewi.

Dua arsitek ternama yaitu Kallikrates dan Iktinus, serta seorang pemahat terkenal Phidias disewa oleh dewan kota Athena untuk membangun Parthenon. Seluruh bangunan dibuat dari marmer serta menampilkan gaya arsitektur terbaru dengan ukuran yang lebih besar.

Arsitek Parthenon ingin membangun kuil terbaik di Yunani. Saat sebagian besar kuil Yunani memiliki enam pilar di depannya, Parthenon memiliki delapan pilar. Selain it Parthenon memiliki friz dan juga metope.

Kuil Athnena Nike

Kuil Athnena Nike

Kuil Athena Nike merupakan kuil yangterkecil di Akropolis. Meskipun kecil, tetapi bagi warga Athena Nike dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi kota Athena. Kuil ini memiliki tetrastyle (4 kolom) dengan serambi clonnaded pada kedua fasad depan dan belakang (amphiprostyle) dirancang oleh arsitek Kallikrates.

Gedung ini didirikan di atas sisa-sisa sebuah kuil Athena sebelumnya pada abad ke-enam yang hancur oleh Persia pada tahun 480 sebelum masehi. Kuil Nike dibangun dari marmer pentelic putih. Di dalam kuil Nike terdapat patung Nike. Artinya adalah kemenangan. Pembuatnya menghilangkan sayap Nike yang harusnya ada agar kemenangan tidak pergi dari Yunani. Hal itulah yang menyebabkan patung ini dikenal dengan nama Nike Apteros.

Ciri-ciri Rumah Klasik

  • Setiap bangunan dalam arsitektur Yunani kuno adalah bagian integral dari keseluruhan struktur yang ada sehingga peninggalannya walau tidak sempurna masih dapat direkonstruksi menjadi suatu bangunan,
  • Memiliki banyak ornamen atau hiasan,
  • Biasanya berupa bangunan yang besar dan megah dengan waktu pengerjaanyang cukup lama,
  • Penggunaan kolom dan balok entablature sebagai elemen utama,
  • Bahan utama menggunakan bahan yang diambil langsung dari alam,
  • Memanfaatkan efek distorsi mata guna menciptakan kemegahan dan keindahan bangunan-bangunan utamanya.

Arsitektur Rumah Klasik di Indonesia

Arsitektur Rumah Klasik di Indonesia

Begitu pula di Indonesia, di sini desain rumah model klasik juga memiliki banyak penggemar. Model desain yang berkembang saat ini tidak identik dengan desain arsitektur yang kaku dan harus megah, seperti model rumah klasik di negara-negara Eropa. Model rumah klasik yang banyak disukai masyarakat Indonesia saat ini adalah penggabungan antara gaya rumah klasik dengan gaya desain yang modern.

Model rumah klasik modern tidak jauh berbeda dengan model rumah klasik pada umumnya, akan tetapi di sini detail rumit yang biasa terdapat pada rumah jenis ini lebih dikurangi. Model desain rumahklasik yang tidak banyak detailnya dan modern membuatnya tidak terlihat kaku dan lebih diterima oleh banyak orang.

Penggemar rumah klasik di Indonesia sendiri biasanya didominasi oleh kalangan menengah ke atas, yang notabene memang mengharapkan sebuah prestise dari rumah tinggal yang mereka miliki.

Desain rumah klasik di Indonesia modelnya identik dengan budaya yang dihadirkan dari tiap-tiap daerah di Indonesia, antara lain:

Rumah Bali

Rumah Bali

Arsitektur rumah klasik bali banyak disukai oleh orang dari mancanegara, bahkan ada pula yang sampai menerapkan desain arsitektur klasik ini pada rumah tinggal mereka. Rumah klasik Bali dipenuhi dengan ornamen ukiran pada setiap detail bangunan rumah. Daun-daun dan bunga-bungaan adalah objek yang menjadi ciri khasukiran Bali yang diterapkan pada detail ornamen rumah.

Rumah Joglo

Rumah Joglo

Desain rumah klasik joglo terkenal dengan ukiran-ukiran kayunya. Ukiran kayu tersebut kental dengan nuansa etnik serta juga penuh filosofi di setiap detail bangunannya. Sampai saat ini juga masih dipercaya oleh masyarakat Jawa. Ciri khas yang khusus pada model rumah joglo yakni terletak pada desain atapnya. Atap dibuat berbentuk tajug yang unik.

Rumah Jawa Modern

Rumah Jawa Modern

Desain rumah klasik Jawa ini sekilas mirip dengan rumah Joglo. Dimana sebagian besar rumahnya terbuat dari kayu. Material kayu polos atau kayu berukir biasanya digunakan dalam desain rumah klasik Jawa sebagai ornamen pada dinding rumah dan kental dengan nuansa etnik budaya Jawa.