Rumah Kontemporer, Rumah Masa Kini

, , Comment closed

Semakin hari, semakin beragam pilihan desain rumah. Rumah kontemporer kini menjadi salah satu desain yang pantas Anda pertimbangkan. Banyak orang yang masih bingung dengan konsep rumah kontemporer ini. Mengapa? Karena konsep ini mirip sekali dengan konsep rumah modern. Bahkan, masih banyak orang yang seringkali tertukar antara konsep rumah modern dengan rumah kontemporer. Hal ini wajar terjadi, karena memang konsep rumah kontemporer memiliki ciri-ciri yang mirip dengan rumah modern.

Pengertian Konsep Rumah Kontemporer

Konsep rumah ini adalah konsep rumah yang paling baru diciptakan dalam dunia arsitektur. Jadi, merupakan sebuah miskonsepsi jika ada yang menyamakan konsep ini dengan konsep rumah modern. Konsep rumah modern mulai populer sejak tahun 1920 hingga 1950. Sedangkan konsep rumah kontemporer justru baru saja populer pada abad ke-21 ini. Konsep ini memang mengadaptasi beberapa konsep rumah modern, seperti desain sederhana tapi tegas dengan dihiasi jendela besar. Karena konsep ini merupakan konsep terkini, konsep rumah ini sangat mengutamakan aspek natural dan sustainable, mengingat isu lingkungan yang sedang hangat saat ini.

Sejarah Rumah Kontemporer

Konsep rumah kontemporer menjadi populer karena konsep rumah ini mematahkan teori bahwa sebuah konsep rumah baru pasti memiliki karakter yang berkebalikan dengan konsep rumah sebelumnya. Misalnya, konsep rumah minimalis memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan konsep rumah mewah yang populer tepat sebelum konsep rumah minimalis ini populer. Berbeda dengan konsep rumah lainnya, konsep ini justru menyempurnakan konsep rumah yang populer sebelumnya, yaitu konsep rumah modern. Oleh karena itu, karakter seperti desain yang sederhana dan area indoor yang terkoneksi dengan outdoor juga dapat terlihat pada konsep ini. Bahkan, konsep rumah ini memiliki kesan yang lebih hangat daripada rumah modern.

Karakteristik Rumah Kontemporer

Setiap konsep rumah pasti memiliki karakteristiknya masing-masing. Untuk bagian eksterior, biasanya konsep rumah ini memiliki bentuk fasad yang asimetris. Bentuk geometris rumah pun tampak tegas. Rumah dihiasi oleh jendela besar untuk menghubungkan indoor dengan outdoor. Karena memiliki prinsip natural dan sustainable, bahan material yang digunakan biasanya merupakan bahan daur ulang. Oleh karena itu, bahan material yang digunakan pun beragam, seperti kayu, batu, bata atau plesteran semen.

Sementara untuk bagian interiornya, konsep ini memiliki desain berupa open floor plan. Sehingga rumah dengan konsep ini lebih banyak menerima cahaya alami. Seperti pada bagian eksterior, bagian interior rumah pun menggunakan bahan-bahan daur ulang atau bahan alami. Rumah kontemporer biasanya memiliki sistem pemanasan, air conditioning, dan pembuangan limbah yang ramah lingkungan. Rumah dengan konsep ini tidak memiliki layout khusus. Setiap pemilik rumah bebas menentukan layout rumah sesuai dengan kebutuhannya.

Desain Rumah Kontemporer Minimalis

Berikut ini adalah salah satu desain rumah yang memiliki konsep kontemporer minimalis. Rumah ini didesain oleh arsitek asal Kanada, Rick Shean.

Eksterior

Eksterior Rumah Kontemporer

Rumah ini memiliki bentuk geometris yang tegas. Bagian eksterior dihiasi fasad yang terbuat dari bahan kayu yang dipadukan dengan bahan gipsum dan plesteran. Kombinasi ini mencirikan desain modern yang bersatu dengan konsep tradisional. Warna putih yang dominan memberikan kesan natural dan netral. Warna ini juga memantulkan cahaya pada siang hari sehingga ukiran fasad lebih terlihat. Putih juga merupakan warna yang dapat membuat ruangan terkesan menjadi lebih luas. Bukaan jendela yang lebar menambahkan kesan minimalis dan natural karena menyatukan indoor dengan outdoor.

Open Floor

Open Floor 1

Salah satu karakter khas rumah kontemporer adalah memiliki konsep open floor. Seperti gambar di atas, rumah ini tidak memiliki batasan tertutup antar ruang. Tangga dan ruangan di sampingnya pun hanya dibatasi oleh kaca. Warna terang pada tangga yang terbuat dari bahan kayu menonjolkan pencahayaan alami pada tangga. Hal ini penting karena tangga merupakan penghubung antara lantai dasar dengan lantai di atasnya.

Open Floor 2

Begitu sampai di lantai atas, terlihat sebuah jendela besar. Jendela ini memberikan pencahayaan alami untuk tangga. Dari dalam rumah pun terlihat pemandangan teras belakang. Di teras belakang, terdapat sebuah area privasi outdoor yang dapat terlihat dari lantai dasar maupun lantai atas rumah. Area ini dapat digunakan untuk bersantai karena dihiasi oleh sofa dan meja.

Open Floor 3

Selain itu, dapur pada rumah ini pun tidak memiliki dinding penutup. Ruang dapur dengan ruang lainnya hanya dibatasi oleh meja bar. Sehingga pada siang hari, ruangan-ruangan ini tidak membutuhkan bantuan lampu sebagai pencahayaan buatan karena langsung terhubung dengan teras yang hanya dibatasi oleh pintu kaca.

Interior

Interior Rumah Kontemporer

Furnitur yang digunakan untuk rumah dengan konsep kontemporer pun memiliki ciri khas yang berbeda. Seperti rak dinding yang ada di gambar di atas. Tidak seperti rak buku pada umumnya, rak buku ini lebih seperti suatu karya seni. Dengan memadukan berbahan kayu dan mempertahankan tekstur alaminya, rak buku ini tampak lebih nyentrik. Sesuai dengan karakteristik rumah kontemporer, rak buku ini menggunakan bahan daur ulang.

Bagian interior rumah pun didominasi oleh warna putih. Selain agar memiliki kesan netral dan lebih natural, warna ini dapat membantu pencahayaan rumah.

Tips Dekorasi Rumah Kontemporer

Sementara dekorasi rumah modern biasanya bersuasana dingin dan minimalis, dekorasi rumah kontemporer memiliki suasana yang hangat  dan nyaman. Meskipun begitu, dekorasi interior rumah dengan konsep ini tetap sederhana dan berseni. Konsep ini lebih mengutamakan ruang daripada benda. Dengan berfokus pada pemilihan warna, space, dan bentuk ruangan. Berikut ini adalah beberapa aturan dasar dari konsep dekorasi interior rumah kontemporer.

Penggunaan Warna

Warna yang dominan digunakan untuk konsep rumah ini adalah warna netral, hitam, dan putih. Hitam biasanya digunakan untuk lantai. Biasanya warna ini dilengkapi dengan aksen berwarna terang yang sangat kontras dengan warna netral. Sementara dinding rumah dengan konsep ini biasanya berwarna netral. Lagi-lagi, kombinasi warna adalah hal yang penting. Jika dinding berwarna netral, maka sebaiknya terdapat aksesoris dinding yang berwarna kontras dengan netral. Sebaliknya, jika dinding berwarna terang dengan warna yang tebal, setiap furnitur dan aksesoris rumah sebaiknya berwarna netral.

Penggunaan Furnitur

Furnitur yang digunakan pada konsep rumah ini biasanya sederhana, tanpa dekorasi atau ukiran yang rumit. Warna furnitur yang berupa netral, hitam, atau putih banyak digunakan oleh para desainer. Furnitur pun biasanya memiliki bahan-bahan natural seperti kayu untuk rak atau lemari. Sementara untuk kursi atau sofa, bahan yang digunakan biasanya berupa kain alami seperti katun, wol, atau sutra.

Pemilihan Lantai

Lantai yang digunakan sebaiknya memiliki tekstur yang berjarak dan sederhana. Biasanya, lantai berbahan kayu, keramik, atau vinyl. Jika penghuni ingin menambahkan karpet, maka sebaiknya pilihlah karpet berbahan natural seperti wol atau sutra.

Pencahayaan

Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan utama pada konsep rumah ini. Oleh karena itu, rumah kontemporer umumnya memiliki jendela berukuran besar. Sederhana dan natural tetap menjadi salah satu karakter utama konsep rumah ini. Maka, lampu yang digunakan pun sebaiknya memiliki bentuk yang sederhana. Biasanya lampu yang digunakan pada langit-langit merupakan tipe lampu mounted.